Dimuat
Komentar Tak-satupun

Hikayat Banjar ditemukan dalam dua resensi. Menurut J.J. Ras, Resensi I berasal dari tradisi tulisan, sementara Resensi II berasal dari tradisi lisan. Resensi II menurut J.J. Ras merupakan penulisan dari versi cerita wayang. Bagaimana pun, Hikayat Banjar banyak dipengaruhi unsur-unsur hikayat yang berkembang dalam sastra Melayu dan cerita panji yang berkembang dalam sastra Jawa. Oleh karenanya, hikayat ini dipenuhi oleh tokoh-tokoh mitos.

Selengkapnya...

Penulis
Kategori ,

Dimuat
Komentar Tak-satupun

Bangsa Melayu telah lama mengenal tulisan. Secara sahih, prasasti yang ditemukan di Tarumanegara dan Kutai menunjukkan bahwa tradisi menulis telah dikuasai Bangsa Melayu dalam kurun dua milenium. Selain di batu, Bangsa Melayu mengenal penulisan di atas kertas baik dari daun lontar maupun daun nipah. Selain itu, kulit-kulit hewan pun telah dipergunakan untuk media tulis.

Selengkapnya...

Penulis
Kategori ,

Dimuat
Komentar Tak-satupun

Penaklukan yang tidak sempurna

Setelah gemilang membalaskan penghinaan terhadap puterinya dengan menghancurleburkan Pasai, dalam perjalanan pulang Majapahit menaklukkan Jambi dan Palembang. Keberuntungan bagi Majapahit, Penghulu Bendahari Singapura berkirim surat ke Majapahit. Maka dengan bantuan dari dalam oleh Sang Rajuna Tajuna, Majapahit menaklukkan Singapura berikut jajahannya di laut yakni tokong-tokong pulau: Tambelan, Siantan, Jemaja, Bunguran, Serasan, Subi, Pulau Laut, Tiuman, Pulau Tinggi, Pemanggilan, Karimata, Belitung, Bangka, Lingga, Riau, Bintan dan Bulan. Setelah itu jajahan darat : Sambas, Mempawah, Sukadana, Kotawaringin dan Banjarmasin. Selanjutnya ditaklukkan pula Pasir, Kutai dan Brunai. Dengan penaklukan-penaklukan tersebut, Majapahit merupakan penguasa Laut Melayu (Selat Malaka, Laut Cina Selatan dan Selat Malaka) dan Laut Jawa serta Laut Sulawesi.

Selengkapnya...

Penulis
Kategori ,

←LamaBaru →